Peluang CPNS 2026 Terbuka, Menpan RB Tunggu Hitungan Fiskal

Sabtu, 25 Juli 2026 | 09:29 WIB
Ilustrasi tes CPNS. (cat.bkn.go.id) Ilustrasi tes CPNS.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah memastikan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2026 tetap disiapkan. Namun, jadwal pelaksanaannya masih menunggu rampungnya perhitungan kebutuhan formasi, pemetaan kompetensi jabatan, serta kesiapan anggaran negara.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( Menpan RB), Rini Widyantini mengatakan, Kementerian PANRB telah meminta seluruh instansi pemerintah menyampaikan kebutuhan kompetensi jabatan sebagai dasar penyusunan formasi CPNS 2026.

"Kita sudah bersurat waktu itu untuk pemetaan kompetensi jabatan. Kompetensi-kompetensi apa saja yang dibutuhkan, instansi pemerintah sudah menyampaikan," ujar Rini saat ditemui di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).

Baca juga: Syarat Daftar Sekolah Kedinasan Gratis STIS, Bisa Jadi CPNS Gol IIC/IIIA di BPS

Menurut dia, pemerintah tidak hanya menghitung jumlah kebutuhan aparatur, tetapi juga memastikan kompetensi yang dibutuhkan setiap instansi sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Menunggu Perhitungan Fiskal

Selain memetakan kebutuhan aparatur, pemerintah juga masih menghitung kemampuan keuangan negara sebelum menetapkan jumlah formasi dan jadwal seleksi.

Rini mengungkapkan, Kementerian PANRB telah bersurat kepada Kementerian Keuangan untuk membahas kesiapan fiskal dan kebutuhan anggaran pelaksanaan CPNS 2026.

"Ya kita juga sudah bersurat kepada Menteri Keuangan mengenai perhitungan-perhitungan (anggaran), kesiapan fiskal dan sebagainya," kata dia.

Pemerintah, lanjut Rini, juga masih menghitung apakah seluruh posisi yang ditinggalkan aparatur yang pensiun akan diisi kembali atau disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing instansi.

Baca juga: Beredar ASN Diminta Sumbangan HUT RI di Pamekasan, Camat Akui Efek Minim Anggaran

"Kan harus hitung dulu. Apakah akan diisi secara keseluruhan dari yang jumlah yang pensiun atau bagaimana," ujar dia.

Karena itu, pemerintah belum dapat memastikan kapan seleksi CPNS 2026 akan dibuka.

"Ini masih di dalam perhitungan, dan juga kita sedang diskusi dengan kementerian keuangan mengenai kemampuan keuangan negara," ucap Rini.

Ia menambahkan, keputusan mengenai waktu pelaksanaan seleksi masih dibahas bersama kementerian terkait.

"Kapannya kita belum tahu karena masih sedang dibahas antar kementerian," kata dia.

Meski demikian, Rini memastikan rekrutmen CPNS tetap menjadi agenda pemerintah.

"Jadi InsyaAllah tentunya CPNS itu tetap menjadi program atau kita siapkan, tapi kapannya kita belum bisa jawab karena kita kan harus hitung," ujar dia.

Saat ditanya apakah pengumuman dapat dilakukan tahun ini, Rini menjawab, "Mudah-mudahan ada (tahun ini)."

Baca juga: CPNS 2026 Kapan Dibuka? Simak Penjelasan BKN

BKN Masih Matangkan Kebutuhan Formasi

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh mengatakan pemerintah masih mematangkan koordinasi penentuan formasi dan kebutuhan riil aparatur sipil negara (ASN) bersama Kementerian PANRB, Kementerian Keuangan, pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga.

"Kami saat ini sedang mematangkan koordinasi untuk seleksi CPNS. Saya, Bu Menpan, Pak Menteri Keuangan terus mematangkan bersama pemerintah daerah dan kementerian lembaga. Ini kebutuhannya berapa sedang kita hitung fix-nya," kata Zudan di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2026).

Menurut Zudan, penghitungan tersebut mencakup kebutuhan formasi CPNS maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Saat ini pemerintah juga masih menjalankan rekrutmen PPPK untuk kebutuhan guru Sekolah Rakyat serta menyelesaikan seleksi sekolah kedinasan, seperti Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN, sekolah statistik, dan sekolah intelijen.

"Sedang berjalan, rekrutmen untuk sekolah rakyat, untuk P3K sedang berjalan. Bulan ini kita sedang akan menyelesaikan untuk seleksi sekolah kedinasan. Seperti untuk IPDN, STAN, sekolah statistik, intelijen," tutur dia.

Baca juga: Dilema Tragis ASN: Jabatan Melayang atau Masuk Penjara

Zudan berharap proses pematangan tersebut segera rampung sehingga pengumuman resmi seleksi CPNS 2026 dapat disampaikan oleh Menpan RB.

"Ini sedang kita matangkan dengan Ibu Menpan, nanti beliau yang akan mengumumkan. Yang lain terus kita koordinasikan agar segera bisa kita melaksanakan," ujar dia.

Ia menjelaskan, pemerintah masih menghitung secara cermat kebutuhan ASN karena harus menyeimbangkan formasi CPNS dan PPPK.

"Jadi, kita itu sedang menghitung masih perlu P3K berapa, masih perlu CPNS berapa. Ini kita hitung secara matang. Karena ASN kita sekarang sudah 6,7 juta," kata Zudan.

Selanjutnya, pemerintah akan memetakan jabatan-jabatan yang masih membutuhkan PNS di setiap kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Di sisi lain, kepala daerah diminta segera menuntaskan pengangkatan tenaga non-ASN menjadi PPPK agar kebutuhan aparatur dapat dihitung secara lebih akurat.

"Ini dipetakan jabatan-jabatan tertentu yang masih perlu PNS berapa. Kemudian P3K yang belum selesai. Ini juga saya minta para kepala daerah yang belum mengangkat P3Knya, itu segera diselesaikan," ujar dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Menpan RB Telah Bersurat ke Kemenkeu soal Anggaran dan Kesiapan Fiskal CPNS 2026Menpan RB Buka Peluang CPNS 2026, Mulai Lakukan Pemetaan ke Seluruh Instansi, dan Pemerintah Matangkan Rencana Seleksi CPNS 2026

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.