Ilustrasi PNS. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keputusan kenaikan gaji PNS 2026 belum dapat ditetapkan. Pemerintah masih menunggu evaluasi arah ekonomi dan penerimaan negara.Sebagai informasi, pendaftaran CPNS terakhir digelar pada Agustus 2024 dengan total 250.407 formasi di 547 instansi pusat dan daerah.
Baca juga: Jurusan di IPDN dan Syarat Daftar, Bisa Kuliah Gratis dan Lulus Jadi CPNS
Pada November 2025, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa seleksi CPNS Kementerian Keuangan terbuka bagi lulusan luar PKN STAN, termasuk lulusan SMA. Skema rekrutmen disebut bersifat hybrid.
“Saya pikir akan terbuka hybrid. Ada STAN, ada luar STAN,” kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jumat (14/11/2025).
Purbaya menegaskan, jalur non-STAN tidak menghapus jalur STAN. Pelamar umum tetap mendapat porsi sesuai kebutuhan.
Ia menyoroti kebutuhan tenaga lapangan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Menurutnya, tidak semua posisi dapat diisi tenaga teknis.
“Kita akan rekrut 300 lulusan SMA dari seluruh Indonesia. Direkrut di masing-masing lokasinya nanti,” ujarnya.
Rekrutmen ini diharapkan memperkuat sumber daya manusia Kemenkeu dan menjaga optimalisasi layanan publik, termasuk pengawasan Bea dan Cukai.
Baca juga: CPNS 2026, Kapan Akan Dibuka dan Berapa Gajinya?
Dalam PMK Nomor 70 Tahun 2025 tentang Renstra Kemenkeu 2025–2029, tercatat kebutuhan rekrutmen CASN 2025 sebanyak 2.100 orang. Sementara itu, kebutuhan CASN 2026 hingga 2029 mencapai 4.350 orang per tahun dengan total 19.500 orang.
Data HRIS juga mencatat 5.738 pegawai memasuki batas usia pensiun pada periode 2025–2029. Selain itu, tren turn over rate tiga tahun terakhir memproyeksikan 2.010 pegawai keluar.
Selain Kemenkeu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga akan mengajukan formasi periset dalam seleksi CPNS 2026. Kepala BRIN Arif Satria menyebutkan, tambahan periset dibutuhkan untuk menutup ketertinggalan jumlah peneliti nasional.