Ilustrasi PNS.PALANGKA RAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mengusulkan 365 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kotim, Kamaruddin Makkalepu menjelaskan, usulan tersebut disusun dengan mempertimbangkan jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memasuki masa purnatugas.
“Kami tengah menyiapkan usulan ke pemerintah pusat melalui Kemenpan RB, kurang lebih 365 formasi, tapi kami belum tahu apakah itu akan disetujui semua, kami masih menunggu keputusannya,” ujar Kamaruddin saat dihubungi Kompas.com, Senin (6/4/2026).
Dalam dua tahun terakhir, Ia mengatakan, total PNS yang pensiun di lingkungan Pemkab Kotim mencapai hampir 500 orang.
“Tahun ini tercatat ada 250 orang yang pensiun, sementara tahun sebelumnya berjumlah 220 lebih. Penyesuaian dengan jumlah pensiunan serta kebutuhan prioritas menjadi syarat utama dalam pengajuan formasi ke pemerintah pusat tahun ini,” jelas Kamaruddin.
Baca juga: Pemprov Sumbar Belum Usulkan CASN 2026, Skema PPPK Paruh Waktu Jadi Opsi
Tenaga kesehatan dan guru, lanjut dia, tetap menjadi prioritas utama dalam usulan formasi tahun ini.
Sebab, salah satu kebutuhan yang paling mendesak adalah tenaga dokter spesialis untuk Rumah Sakit (RS) Samuda dan RS Parenggean yang hingga kini belum ada.
“Kami mempertimbangkan yang pensiun itu dan kebutuhan prioritas, yakni tenaga kesehatan dan guru, termasuk tenaga yang paling urgen yaitu dokter spesialis,” ujarnya.
Terkait dokter spesialis, Pemkab Kotim mengaku selalu mengusulkan formasi setiap tahun.
Namun, kendala utama di lapangan adalah minimnya kandidat yang memenuhi syarat dan bersedia mendaftar di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.
Baca juga: 5 Sekolah Kedinasan 2026 Tanpa Tinggi Badan Bisa Mata Minus, Lulus Jadi CPNS
“Selain itu, berdasarkan hasil Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) baru-baru ini, Kotim memang masih mengalami kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM),” ujarnya.