Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng saat ditemui di Hotel Gumaya Semarang, Jawa Tengah. SEMARANG, KOMPAS.com - Sejumlah orang diduga menjadi korban penipuan lolos tes CPNS yang ditempatkan di lingkungan Pemerintah Semarang, Jawa Tengah.
Pelaku mencatut nama Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng untuk mengiming-imingi para korban.
Menanggapi hal tersebut, Agustina secara tegas membantah keterlibatannya. Saat ini, permasalahan tersebut sudah di ranah hukum.
"Kami sudah koordinasikan dengan APH (aparat penegak hukum) dan ini sudah menjadi urusan hukum," kata Agustina, Kamis (30/4/2026).
Baca juga: Eks Walkot Semarang Mbak Ita dan Suaminya Ajukan PK, Sidang Digelar 8 Mei
Pihaknya telah menyerahkan permasalahan tersebut kepada pihak APH.
Menurutnya, seluruh rangkaian perekrutan CPNS dilakukan oleh Badan Kepegawaian Negara ( BKN) secara transparan melalui sistem online.
Dia mengaku tak mempunyai cukup kekuatan untuk memasukan seseorang menjadi ASN (aparatur sipil negara).
"Ketika saya jadi anggota DPR RI juga banyak menerima permintaan masyarakat. Apa bisa, Bu? Saya diangkat menjadi guru, saya sudah 15 tahun, sudah 20 tahun. Tidak bisa," ungkapnya.
Menurutnya, penipuan terjadi karena ada dua pihak berniat jahat dan orang yang merasa bisa menembus sesuatu tanpa melalui mekanisme yang benar.
Baca juga: Jutaan Rokok Ilegal Dimusnahkan, Walkot Semarang Agustina Sebut Rugikan Negara Rp 7,6 Miliar
Agustina meminta masyarakat agar mengikuti jalur resmi penerimaan CPNS yang telah dilakukan terpusat melalui BKN.
“Belajar, ikuti semua tes dan jangan lupa berdoa. Memang semua itu harus ada upaya, tetapi upaya yang dengan cara-cara mencari jalan pintas itu saya rasa bukan pilihan,” ujarnya.
Dia meminta agar warga yang tertarik mendaftar CPNS meluruskan mindset-nya terlebih dahulu agar tak mudah tertipu.
"Kalau di Kota Semarang sudah tidak ada. Saya tidak tahu di tempat lain. Di sini prosesnya semua clear and clean," lanjut dia.