Ilustrasi CPNS, PPPK. Seleksi CPNS 2025. Seleksi PPPK 2025. LAMPUNG SELATAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap maraknya peredaran tautan palsu yang mengatasnamakan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026.
Imbauan ini disampaikan menyusul ditemukannya link tidak resmi yang diduga digunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan berbasis digital atau phishing.
Pelaksana Tugas Kepala BKD Lampung Selatan, Mhd Dharma Kurniawan, menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial maupun aplikasi perpesanan jika tidak berasal dari sumber resmi pemerintah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran informasi palsu (hoaks) terkait rekrutmen CPNS 2026. Jangan mudah percaya pada tautan (link) pendaftaran ilegal yang marak beredar di media sosial karena terindikasi kuat sebagai tindakan penipuan atau phishing,” kata dia dikutip dari Antara.
Baca juga: Dipicu Sengketa Lahan, Buruh Angkut Tenda Hajatan di Pesisir Barat Lampung Ditembak Tetangga
BKD Lampung Selatan menemukan adanya tautan mencurigakan yang beredar luas di masyarakat, salah satunya dengan alamat yang tidak resmi dan tidak terverifikasi oleh pemerintah.
Menurut Dharma, modus phishing melalui tautan palsu ini sangat berbahaya karena pelaku berupaya mencuri data pribadi korban.
Melalui tautan tersebut, masyarakat biasanya diminta mengisi sejumlah data penting, seperti:
Data tersebut kemudian berpotensi disalahgunakan untuk berbagai tindak kejahatan digital, termasuk pencurian identitas dan penipuan lanjutan.
Baca juga: Tak Ada Lagi Pengangkatan Honorer Baru di Lampung, Ini Penjelasan BKD
Pihak Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah memastikan bahwa tautan pendaftaran CPNS 2026 yang beredar tersebut adalah hoaks atau tidak benar.
“BKN melalui Kepala Kantor Regional V BKN telah mengonfirmasi bahwa tautan pendaftaran CPNS 2026 tersebut adalah hoaks atau tidak benar,” ujar Dharma.