DJBC Kekurangan SDM, Bos Bea Cukai: Tunggu Rekrutmen Nasional

Senin, 15 Juni 2026 | 15:35 WIB
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Tanjung Priok pada Jumat 13 Maret 2026. (Dok. Bea Cukai) Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Tanjung Priok pada Jumat 13 Maret 2026.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memastikan belum ada rekrutmen pegawai bea cukai dalam waktu dekat meskipun bea cukai kekurangan sumber daya manusia (SDM).

Direktur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Djaka Budi Utama mengaku masih menunggu proses rekrutmen secara nasional atau rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

"Ya kita sama-sama ini (menunggu), sama-sama rekrut yang lain gitu, jadi tidak secara terpisah (bea cukai aja), tetapi kita akan bersama dengan sistem nasional," kata Djaka ditemui kompleks Parlemen DPR RI pada Senin (15/6/2026).

Meskipun awalnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan akan membuka 300 lowongan kerja bagi lulusan SMA pada bulan April 2026 untuk Pegawai Bea Cukai.

Baca juga: Bea Cukai Sita 8,2 Juta Rokok Ilegal, Jalur Merak-Bakauheni Jadi Rute Penyelundupan

Namun Djaka menampik, dan mengatakan bahwa tengah mengoordinasikan hal tersebut dengan Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

"Mungkin kita masih koordinasi ya dengan BKN, karena kita tidak bisa tidak lepas dari sistem nasional yang sudah berlaku," tambahnya.

Ia menyebut pihaknya tidak dapat terlepas dari sistem nasional yang sudah berjalan.

Karena itu, meskipun ada kebutuhan SDM yang mendesak di Bea Cukai, pihaknya akan tetap mengikuti arahan yang ada.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah akan membuka 300 lowongan kerja bagi lulusan SMA untuk memperkuat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Kebijakan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknis di lapangan yang dinilai semakin mendesak.

Menurut dia, pekerjaan di Bea dan Cukai tidak hanya membutuhkan tenaga administratif, tetapi juga sumber daya manusia yang siap terjun langsung dalam pengawasan dan pelayanan di lapangan.

Kebutuhan tersebut mencakup aktivitas pengawasan barang masuk dan keluar, termasuk di pelabuhan dan bandara, yang membutuhkan respons cepat dan kehadiran petugas secara langsung.

“Kalau di Keuangan sendiri kita tidak lama seperti saya bilang dulu kan buka di Bea Cukai 300 lulusan SMA. Karena saya perlu orang juga yang level pekerjanya betul-betul di level teknis di lapangan. Mungkin bulan depan dibuka,” ujar Purbaya ditemui di Kementerian Keuangan pada Selasa (7/4/2026).

Baca juga: Terima PNBP Rp 1 Triliun dari Kejagung, Purbaya: Tambahan untuk Pembangunan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.