Sekolah Tinggi Intelijen Negara Milik BIN Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru 2020
KOMPAS.com - Sekolah Tinggi Intelijen Negara ( STIN) merupakan Perguruan Tinggi Kedinasan atau Sekolah Kedinasan di bawah pembinaan Badan Intelijen Nasional (BIN).
Pada penerimaan mahasiswa baru di awal 2021 lalu, STIN masuk dalam 5 besar sekolah kedinasan paling favorit, bersanding dengan Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Politeknik Statistika STIS dan Politeknik Imigrasi.
Melansir laman resmi ptb. stin.ac.id, berikut syarat pendaftaran STIN 2022:
Baca juga: Syarat dan Alur Pendaftaran PKN STAN 2022 Kementerian Keuangan
1. Selama kuliah, tidak dipungut biaya apapun.
2. Tinggal di Asrama, mendapat konsumsi dan seragam.
3. Setelah lulus kuliah, diangkat menjadi CPNS.
4. Fasilitas pendidikan lengkap dan modern.
5. Berkesempatan berlatih menjadi Indonesian Cyber Task Force dan ahli dalam bidang Biomedical Hazard.
6. Terakreditasi unggul oleh BAN-PT.
Baca juga: Tahap Seleksi IPDN 2022 Kampus Milik Kemendagri, Lulusan Jadi CPNS
1. Warga Negara Indonesia (WNI) yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.
2. Tidak pernah terlibat tindak pidana.
3. Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
4. Berpendidikan minimal SMA/SMK/MA (bukan lulusan paket C) dengan ketentuan:
5. Belum pernah menikah dan bersedia tidak menikah selama masa pendidikan.
6. Belum pernah melahirkan (perempuan) dan belum pernah punya anak biologis (laki-laki).
7. Tidak bertato dan/atau memiliki bekas tato.
Baca juga: Syarat Masuk Politeknik Imigrasi Milik Kemenkumham, Lulusan Jadi CPNS
8. Tidak bertindik dan/atau memiliki bekas tindik pada bagian tubuh yang tidak lazim (perempuan).
9. Tidak bertindik dan/atau memiliki bekas tindik pada bagian tubuh manapun (laki-laki).
10. Sehat jasmani, rohani dan tidak pernah mengalami patah tulang.
11. Apabila berkacamata, maksimal ukuran 1 baik + (plus) atau - (minus).
12. Tidak buta warna.
13. Tinggi badan minimal (berat badan seimbang menurut ketentuan berlaku):
14. Usia pada tanggal 31 Desember 2022 serendah-rendahnya 16 tahun dan tidak lebih dari 21 tahun (dibuktikan dengan Akte Kelahiran/Surat Keterangan Lahir).
15. Mendapatkan persetujuan orangtua atau wali yang dibuktikan dengan surat pernyataan orangtua/wali.
16. Peserta seleksi penerimaan Taruna/i STIN tidak dipungut biaya kecuali biaya mengikuti SKD.
Baca juga: Syarat Masuk Sekolah Tinggi Milik BMKG, Kuliah Gratis dan Jadi CPNS
1. Surat Izin Orang Tua/Wali.
2. Fotocopy ijazah untuk lulusan 2020 dan 2021.
3. Surat keterangan lulus dari sekolah bagi lulusan tahun 2022.
4. Pas Foto dengan ketentuan:
5. Fotocopy Akta Kelahiran/Surat Keterangan Kelahiran/Kenal Lahir, Kartu Keluarga (KK) dan Kartu BPJS.
1. Akses portal
Pelamar mengakses portal Sekolah kedinasan di https://dikdin.bkn.go.id/
2. Buat Akun
Buat akun SSCASN Sekolah Kedinasan dengan NIK yang tervalidasi oleh DUKCAPIL kemudian cetak kartu informasi akun.
3. Login
Login ke SSCASN Sekolah Kedinasan menggunakan NIK dan password yang telah didaftarkan.
4. Pendaftaran
Unggah swafoto, pilih Sekolah Kedinasan, lengkapi nilai dan biodata.
5. Cek Resume
Cek resume dan cetak kartu pendaftaran.
6. Unggah Dokumen
Pelamar melanjutkan pendaftaran dan unggah dokumen persyaratan http://stin.ac.id
7. Verifikasi
Verifikator Instansi memverifikasi data dan berkas pelamar.
8. Cek Status Kelulusan
Login ke SSCASN Sekolah Kedinasan dan cek status kelulusan administrasi.
9. Cek Kartu Ujian
Cetak kartu ujian di SSCASN Sekolah Kedinasan jika pembayaran telah dikonfirmasi oleh sistem.
10. Pembayaran
Lakukan pembayaran biaya tes CAT on the spot.
11. Ujian Seleksi
Pelamar mengikuti proses seleksi sesuai dengan ketentuan masing-masing instansi.
12. Pengumuman Hasil Seleksi
Pengumuman hasil seleksi akan diumumkan oleh Panitia Seleksi Sekolah Kedinasan di SSCASN.