Ketua Komisi I DPRD Gresik M Rizaldi Saputra (kiri) saat memberi keterangan kepada awak media di Gedung DPRD Gresik, Jawa Timur, Senin (20/4/2026). GRESIK, KOMPAS.com – Kasus dugaan penipuan Surat Keputusan (SK) Aparatur Sipil Negara (ASN) palsu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memasuki babak baru. Sejumlah saksi mulai buka suara terkait keterlibatan oknum pejabat dan mantan pegawai dalam praktik jalur ilegal tersebut.
Agus Priyono, seorang ASN aktif di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Gresik, membeberkan kronologi bagaimana dirinya dan puluhan orang lainnya tergiur tawaran menjadi abdi negara melalui jalur tanpa tes.
Baca juga: Korban SK ASN Palsu di Gresik Bertambah Jadi 18 Orang, DPRD Desak Verifikasi Menyeluruh
Agus mengaku yakin menyetorkan uang hingga ratusan juta rupiah karena melihat kedekatan antara pelaku utama berinisial AT (seorang pecatan ASN) dengan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo.
"Tahunya Pak Agung dekat langsung dengan Pak AT, terus ada chat Pak AT dan Pak Agung dikirim ke saya. Kedekatan itu yang buat saya percaya," ujar Agus saat ditemui di ruang Dinas PMD Gresik, Senin (20/4/2026).
Demi memasukkan anak, ponakan, dan saudaranya sebagai ASN, Agus mengaku telah menyetorkan uang sebesar Rp 125 juta per orang. Total uang yang telah diserahkan mencapai Rp 500 juta dan statusnya telah lunas sejak tahun 2025.
“Ditransfer ke istrinya Pak AT, infonya dari Pak AT terus dikirim ke istrinya Pak Agung,” tambah Agus menjelaskan alur aliran dana tersebut.
Baca juga: SK ASN Palsu, DPRD Gresik Beberkan Jumlah Orang yang Jadi Korban Sementara
Menanggapi tudingan tersebut, Kepala BKPSDM Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo, akhirnya angkat bicara usai menghadiri rapat tertutup dengan Komisi I DPRD Gresik. Agung membantah keras memiliki hubungan spesial dengan pelaku AT maupun menerima aliran dana.
"Monggo orang ber-statement seperti itu, yang jelas kita sudah menyerahkan semua ke aparat penegak hukum," tegas Agung.
Ia juga menyatakan ketidaktahuannya mengenai sosok AT yang disebut-sebut sebagai pengepul dana dalam kasus ini. "Tidak tahu (AT)," jawabnya singkat saat dikonfirmasi mengenai kedekatan yang dituduhkan.
Baca juga: Anak dan Keponakan ASN di Gresik Jadi Korban SK Palsu, Setor Rp 125 Juta per Orang
Kasus ini menarik perhatian serius dari legislatif. Komisi I DPRD Gresik menggelar hearing bersama BKPSDM, Inspektorat, dan Bagian Hukum Pemkab Gresik selama tiga jam.
Ketua Komisi I DPRD Gresik, Muhammad Rizal Saputra, menegaskan bahwa aktor utama di balik skandal ini harus segera diungkap ke publik. Data sementara menunjukkan ada sekitar 18 korban pada gelombang pertama dan kedua yang berasal dari wilayah Menganti, Driyorejo, dan Wringinanom.
"Kami berharap segera ditemukan aktor utamanya. Siapa pun namanya, segera umumkan ke publik karena kabar ini dinanti masyarakat," kata Rizal.
Komisi I mengeluarkan sejumlah rekomendasi tegas, antara lain:
Baca juga: Kasus SK Palsu, ASN Gresik Sebut Dirinya Juga Korban, Bukan Bagian dari Pelaku
Saat ini, kasus dugaan pemalsuan dokumen dan penipuan ini tengah dalam proses penyidikan oleh Polres Gresik. Pihak DPRD berjanji akan terus memantau perkembangan kasus agar tidak ada pihak yang dilindungi jika terbukti bersalah.
Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul Kasus SK Palsu, ASN Gresik Sebut Dirinya Juga Korban, Bukan Bagian dari Pelaku