Ilustrasi sekolah kedinasan STMKGKOMPAS.com — Meski berstatus perguruan tinggi sama seperti kampus lainnya, tetapi tahap seleksi sekolah kedinasan lebih panjang dan berbeda. Walau informasi pendaftaran tahun 2026 belum resmi dibuka, tak ada salahnya mencari tahu mulai sekarang.
Salah satu tahap seleksi sekolah kedinasan, dimulai dari seleksi administrasi lalu Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), dan tes fisik. Menariknya, tak semua sekolah kedinasan punya tahapan tes fisik yang panjang.
Tes fisik seringkali disebut tes kesamaptaan. Tahapan ini biasanya berupa pull-up atau chinning, push-up, sit-up, shuttle run, dan masih banyak lagi.
Walau tahapan seleksinya terdapat unsur tes fisik, tetapi jumlah pendaftar sekolah kedinasan setiap tahun sangat tinggi. Misalnya tahun lalu mencapai 150 ribu pendaftar.
Antusias yang tinggi ini, karena sekolah kedinasan memberikan kemudahan saat kuliah. Mulai dari kuliah gratis pada jalur pola pembibitan, asrama, dan setelah lulus diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS.
Baca juga: Satu-satunya Sekolah Kedinasan Pakai Nilai UTBK SNBT, Cek Syarat Poltek SSN
Ada delapan kementerian yang membuka seleksi sekolah kedinasan, dengan seleksi terpusat melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Walau begitu, ada sekolah kedinasan yang memiliki tes fisik lebih sedikit daripada sekolah kedinasan lainnya. Contoh sekolah kedinasan yang memiliki tahapan tes fisik yang panjang adalah Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), sampai sekolah kedinasan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Para pendaftar mungkin akan mendapati ada tes kebugaran dan tes kesehatan. Perbedaannya adalah tes kesehatan mengecek riwayat kesehatan termasuk tinggi dan berat badan yang ideal. Sementara tes kebugaran, yang melibatkan gerak fisik seperti sit up atau push up. Lalu mana saja sekolah kedinasan tanpa banyak tes fisik?
1. Politeknik Statistika
Politeknik Statistika atau STIS memiliki rangkaian seleksi seperti ini: