WFH, CPNS Jatim Ini Pilih Kamar dan Meja Pribadi jadi "Kantor" di Rumah

Senin, 11 Mei 2026 | 17:05 WIB
Potret Salsabila Devina Atmaranti saat bekerja di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur pada posisi Penata Kelola Sistem dan Teknologi Informasi pada Senin (11/5/2926). (KOMPAS.com/Adinda Trisaeni Nur Sabrina) Potret Salsabila Devina Atmaranti saat bekerja di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur pada posisi Penata Kelola Sistem dan Teknologi Informasi pada Senin (11/5/2926).

Baca juga: WFH ASN Tiap Jumat Ubah Ritme Ojol Jakarta, Order Bergeser dari Kantor ke Coworking Space

“Saat di kantor, komunikasi dengan tim terasa lebih cepat karena bisa langsung berdiskusi. Sedangkan saat WFH semuanya bergantung pada chatmeeting online, dan koneksi internet,” kata dia.

Di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kata dia, sistem WFH juga tetap diawasi cukup ketat. Presensi dilakukan melalui aplikasi dengan GPS aktif, mulai dari absensi pagi, siang, hingga sore.

Tak hanya itu, pegawai juga wajib mengikuti dialog kinerja melalui Zoom dengan kamera menyala.

“Jadi meskipun bekerja dari rumah, ritme kerja dan monitoring kinerja tetap berjalan cukup disiplin dan terstruktur,” ujarnya.

Sebagai pegawai yang pekerjaannya sangat bergantung pada sistem digital, kendala teknis menjadi tantangan yang paling sering muncul.

Gangguan kecil seperti internet yang mendadak tidak stabil bisa langsung mengganggu ritme kerja, terutama ketika sedang rapat penting atau menangani kendala sistem.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.