Ilustrasi tes CPNS."Sedang berjalan, rekrutmen untuk sekolah rakyat, untuk P3K sedang berjalan. Bulan ini kita sedang akan menyelesaikan untuk seleksi sekolah kedinasan. Seperti untuk IPDN, STAN, sekolah statistik, intelijen," tutur dia.
Baca juga: Dilema Tragis ASN: Jabatan Melayang atau Masuk Penjara
Zudan berharap proses pematangan tersebut segera rampung sehingga pengumuman resmi seleksi CPNS 2026 dapat disampaikan oleh Menpan RB.
"Ini sedang kita matangkan dengan Ibu Menpan, nanti beliau yang akan mengumumkan. Yang lain terus kita koordinasikan agar segera bisa kita melaksanakan," ujar dia.
Ia menjelaskan, pemerintah masih menghitung secara cermat kebutuhan ASN karena harus menyeimbangkan formasi CPNS dan PPPK.
"Jadi, kita itu sedang menghitung masih perlu P3K berapa, masih perlu CPNS berapa. Ini kita hitung secara matang. Karena ASN kita sekarang sudah 6,7 juta," kata Zudan.
Selanjutnya, pemerintah akan memetakan jabatan-jabatan yang masih membutuhkan PNS di setiap kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Di sisi lain, kepala daerah diminta segera menuntaskan pengangkatan tenaga non-ASN menjadi PPPK agar kebutuhan aparatur dapat dihitung secara lebih akurat.
"Ini dipetakan jabatan-jabatan tertentu yang masih perlu PNS berapa. Kemudian P3K yang belum selesai. Ini juga saya minta para kepala daerah yang belum mengangkat P3Knya, itu segera diselesaikan," ujar dia.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Menpan RB Telah Bersurat ke Kemenkeu soal Anggaran dan Kesiapan Fiskal CPNS 2026, Menpan RB Buka Peluang CPNS 2026, Mulai Lakukan Pemetaan ke Seluruh Instansi, dan Pemerintah Matangkan Rencana Seleksi CPNS 2026