Kondisi rumah lokasi ditemukannya satu keluarga tewas di Dusun Slemben, Desa Duwet, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (22/8/2020).Sekretaris Urut Sewu Bersatu Widodo Sunu Nugroho mengatakan, perusakan tanaman melon milik petani Urutsewu, yaitu Mursidin (55) dan Paryono (30), terjadi pada Rabu (26/8/2020) sekitar pukul 11.00 WIB.
"Menurut informasi yang kami dapatkan, perusakan tersebut dilakukan oleh salah satu satuan TNI yang pada saat itu sedang latihan menembak," kata Sunu melalui keterangan tertulis, Jumat (28/8/2020).
Sementara itu Kepala Desa Setrojenar Muslim Sidik mengatakan, lahan tersebut merupakan milik negara.
"Antara video di medsos memang jauh berbeda, artinya di lokasi memang kendaraan TNI melintasi, cuma tidak separah yang di medsos," kata Muslim.
Baca juga: Viral, Video Kendaraan TNI Melindas Tanaman Melon Petani Kebumen
Meski telah menghabisi nyawa satu keluarga di Dusun Slemben, Desa Duwet, Kecamatan Baki, Sukoharjo, pelaku berinisial HT (41) merasa tak bersalah.
Padahal dengan sadis, HT telah membunuh kawan dekatnya, Suranto (43) beserta istri dan kedua anak mereka yang masih kecil dengan pisau dapur.
Saat rekonstruksi kasus pembunuhan di halaman Mapolres Sukoharjo, Kamis (27/8/2020) ada 51 adegan reka ulang yang menggambarkan awal mula HT datang ke rumah korban hingga dia menjual mobil milik korban
Pembunuhan itu terjadi pada Rabu (19/8/2020) pukul 01.00 WIB.
Pelaku datang ke rumah korban untuk mengembalikan mobil dan menyerahkan setoran sebesar Rp 250.000.
Saat itulah muncul niat jahat HT untuk memiliki mobil korban agar bisa membayarkan utang-utangnya. Pelaku membunuh satu keluarga itu menggunakan pisau dapur milik korban.
Baca juga: Bunuh Satu Keluarga Kawannya Sendiri dengan Pisau Dapur, Polisi: Pelaku Tidak Menyesal
Ilustrasi pilkadaMereka akan mendaftar di hari pertama yakni 4 Seotember 2020.