Menpan RB Abdullah Azwar Anas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/11/2023). JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Abdullah Azwar Anas mengatakan, pemerintah telah membuka seleksi dan menyediakan formasi guru di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Namun, seleksi tersebut hingga saat ini sangat minim pelamar.
“Termasuk untuk seleksi 2023, saya cek di Badan Kepegawaian Negara (BKN) formasi guru di beberapa daerah seperti Maluku, Maluku Utara, NTT, Kalimantan Utara, Papua, Aceh, sangat minim pelamar dan bahkan sebagian tidak ada sama sekali,” ujar Anas, dilansir siaran pers di laman resmi Kemenpan-RB, Selasa (28/11/2023).
Baca juga: Nadiem Perkirakan 1 Juta Guru Honorer Diangkat Jadi PPPK hingga 2024
Anas melanjutkan, pada pengadaan calon aparatur sipil negara (ASN) periode sebelumnya, juga banyak formasi guru dan ASN di 3T yang tidak terisi.
Total jumlahnya bahkan lebih dari 100.00 formasi ASN di daerah 3T yang tidak terisi.
Pada Senin (27/11/2023), Anas bertemu Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim.
Dari pertemuan itu, Anas menyebut ada sejumlah solusi yang sudah disiapkan untuk memudahkan pengisian talenta guru di daerah 3T.
Salah satunya dengan mengirim guru yang sudah menjalani Pendidikan Profesi Guru (PPG) akan ditempatkan di daerah 3T untuk jangka waktu tertentu.
“Ini tentu juga menjadi solusi, di samping tetap harus ada skema insentif yang adil, layak, dan kompetitif,” katanya.
Baca juga: Disdik DKI Bakal Periksa Lagi Kepsek SDN di Jaktim Buntut Guru Digaji Rp 300.000
Oleh karenanya, pemerintah sedang menyiapkan pengembangan insentif untuk guru yang berada di wilayah 3T.