Dugaan Skandal SK ASN Palsu di Gresik, Kesaksian Korban hingga Bantahan Kepala BKPSDM

Selasa, 21 April 2026 | 19:17 WIB
Ketua Komisi I DPRD Gresik M Rizaldi Saputra (kiri) saat memberi keterangan kepada awak media di Gedung DPRD Gresik, Jawa Timur, Senin (20/4/2026). (Hamzah) Ketua Komisi I DPRD Gresik M Rizaldi Saputra (kiri) saat memberi keterangan kepada awak media di Gedung DPRD Gresik, Jawa Timur, Senin (20/4/2026).
Editor Rachmawati

GRESIK, KOMPAS.com – Kasus dugaan penipuan Surat Keputusan (SK) Aparatur Sipil Negara (ASN) palsu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memasuki babak baru. Sejumlah saksi mulai buka suara terkait keterlibatan oknum pejabat dan mantan pegawai dalam praktik jalur ilegal tersebut.

Agus Priyono, seorang ASN aktif di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Gresik, membeberkan kronologi bagaimana dirinya dan puluhan orang lainnya tergiur tawaran menjadi abdi negara melalui jalur tanpa tes.

Baca juga: Korban SK ASN Palsu di Gresik Bertambah Jadi 18 Orang, DPRD Desak Verifikasi Menyeluruh

Modus Kedekatan Pejabat dan Bukti Chat

Agus mengaku yakin menyetorkan uang hingga ratusan juta rupiah karena melihat kedekatan antara pelaku utama berinisial AT (seorang pecatan ASN) dengan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo.

"Tahunya Pak Agung dekat langsung dengan Pak AT, terus ada chat Pak AT dan Pak Agung dikirim ke saya. Kedekatan itu yang buat saya percaya," ujar Agus saat ditemui di ruang Dinas PMD Gresik, Senin (20/4/2026).

Demi memasukkan anak, ponakan, dan saudaranya sebagai ASN, Agus mengaku telah menyetorkan uang sebesar Rp 125 juta per orang. Total uang yang telah diserahkan mencapai Rp 500 juta dan statusnya telah lunas sejak tahun 2025.

“Ditransfer ke istrinya Pak AT, infonya dari Pak AT terus dikirim ke istrinya Pak Agung,” tambah Agus menjelaskan alur aliran dana tersebut.

Baca juga: SK ASN Palsu, DPRD Gresik Beberkan Jumlah Orang yang Jadi Korban Sementara

Kepala BKPSDM Membantah Keterlibatan

Menanggapi tudingan tersebut, Kepala BKPSDM Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo, akhirnya angkat bicara usai menghadiri rapat tertutup dengan Komisi I DPRD Gresik. Agung membantah keras memiliki hubungan spesial dengan pelaku AT maupun menerima aliran dana.

"Monggo orang ber-statement seperti itu, yang jelas kita sudah menyerahkan semua ke aparat penegak hukum," tegas Agung.

Ia juga menyatakan ketidaktahuannya mengenai sosok AT yang disebut-sebut sebagai pengepul dana dalam kasus ini. "Tidak tahu (AT)," jawabnya singkat saat dikonfirmasi mengenai kedekatan yang dituduhkan.

Baca juga: Anak dan Keponakan ASN di Gresik Jadi Korban SK Palsu, Setor Rp 125 Juta per Orang

DPRD Gresik Desak Audit Menyeluruh

Kasus ini menarik perhatian serius dari legislatif. Komisi I DPRD Gresik menggelar hearing bersama BKPSDM, Inspektorat, dan Bagian Hukum Pemkab Gresik selama tiga jam.

Ketua Komisi I DPRD Gresik, Muhammad Rizal Saputra, menegaskan bahwa aktor utama di balik skandal ini harus segera diungkap ke publik. Data sementara menunjukkan ada sekitar 18 korban pada gelombang pertama dan kedua yang berasal dari wilayah Menganti, Driyorejo, dan Wringinanom.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.