Ketika Sentralisasi Menguji Meritokrasi

Senin, 21 September 2026 | 12:30 WIB
Ilustrasi ASN. CPNS 2026. Sekolah kedinasan 2026. ((Shutterstock)) Ilustrasi ASN. CPNS 2026. Sekolah kedinasan 2026.

Di antara keduanya diperlukan institusi yang memastikan bahwa promosi, mutasi, pengembangan karier, dan pengisian jabatan tidak berubah menjadi instrumen kepentingan sesaat.

Pengalaman reformasi di sejumlah negara menunjukkan bahwa perubahan struktural tanpa perubahan relasi kekuasaan dapat menghasilkan reformasi yang hanya tampak modern di atas kertas. 

Maka, ukuran keberhasilan sentralisasi bukan seberapa banyak kewenangan yang berhasil ditarik ke pusat, melainkan jaminan aparatur di daerah memperoleh kepastian karier, kesempatan berkembang, perlakuan yang adil, dan perlindungan dari keputusan yang tidak berbasis kompetensi.

Jika itu tercapai, sentralisasi dapat menjadi instrumen reformasi.

Jika tidak, kita hanya akan menyaksikan perubahan administratif yang lebih besar daripada perubahan substantif.

Reformasi kepegawaian memang sudah seharusnya memastikan bahwa siapa pun yang duduk di balik meja tersebut tunduk pada prinsip yang sama, bukan pada kekuasaan semata.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.